biarpintar.web.id -Ada banyak penyebab penyakit jantung tergantung faktor yang memicunya. Kalau penyakit jantung koroner, terjadi jika aliran darah ke jantung terhambat oleh adanya lemak.
Umumnya, penyakit jantung perlu mendapatkan pemeriksaan segera agar dapat dilakukan penanganan guna mencegah terjadinya sesuatu yang membahayakan. Sebab, kondisi yang memengaruhi jantung dapat menyebabkan masalah yang besar dan bahkan kematian.
Penimbunan lemak di dalam arteri jantung ini dikenal dengan aterosklerosis yang merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner. Aterosklerosis bisa mengurangi suplai darah ke jantung serta menyebabkan terbentuknya penggumpalan darah.
Jika hal tersebut terjadi, aliran darah ke jantung akan terblokir sepenuhnya dan serangan jantung dapat terjadi. Faktor pemicunya meliputi kolesterol yang tinggi, merokok, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit jantung, seperti:
- Kebiasaan merokok.
- Kadar kolesterol yang tinggi.
- Pola hidup tidak terjaga.
- Hipertensi atau tekanan darah tinggi meningkat.
- Kelebihan berat badan.
- Adanya penyakit diabetes.
- Faktor usia dan jenis kelamin.
Faktor Risiko Penyakit Jantung
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami penyakit jantung, yaitu:
Usia.
Jenis kelamin.
Riwayat keluarga.
Kebiasaan merokok.
Pola makan yang buruk.
Tekanan darah tinggi.
Kadar kolesterol darah tinggi.
Mengidap diabetes.
Alami obesitas.
Tidak aktif secara fisik.
Mengalami stres.
Memiliki kesehatan gigi yang buruk.
Gejala Penyakit Jantung
Beberapa kasus, penyakit jantung mungkin sulit terdeteksi dan tidak terdiagnosis hingga seseorang mengalami gejala yang berhubungan dengan gangguan ini. Beberapa masalah terkait jantung yang rentan terjadi adalah serangan jantung, gagal jantung, atau aritmia. Nah, beberapa gejala yang timbul, antara lain:
Serangan jantung: Nyeri atau ketidaknyamanan di dada, nyeri punggung atau leher bagian atas, gangguan pencernaan, perut mulas, mual atau muntah, alami kelelahan ekstrem, pusing, hingga sesak napas.
Aritmia: Perasaan yang berdebar-debar di dada (palpitasi).
Gagal Jantung: Sesak napas, kelelahan, hingga pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, seperti kaki, pergelangan kaki, tungkai, perut, atau vena leher.
Diagnosis Penyakit Jantung
Penyakit jantung yang tidak segera ditangani akan mengakibatkan komplikasi yang dapat menghilangkan nyawa seseorang. Saat jantung tidak menerima suplai darah yang cukup untuk memompa darah, kinerja pun akan menurun. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung dan dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.
Maka dari itu, diagnosis segera dari gejala yang ditimbulkan penting untuk dilakukan. Untuk diagnosis awal, dokter biasanya menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, serta pola hidup yang dilakukan.
Jika dokter mencurigai kamu mengidap penyakit jantung, dokter akan menganjurkan untuk menjalani beberapa pemeriksaan, seperti tes darah, elektrokardiogram, angiografi koroner, CT scan, dan MRI scan.
Pengobatan Penyakit Jantung
Perawatan untuk seseorang yang mengalami penyakit jantung adalah dengan mengelola gejala dan mengurangi risiko masalah yang lebih besar. Masalah ini dapat dikelola secara efektif dengan kombinasi terhadap perubahan gaya hidup, konsumsi obat-obatan, hingga pembedahan. Berikut tindakan pengobatan yang lebih lengkap:
