Blogger Jateng

kuala kencana/ kota modern di tengah hutan

 Kuala Kencana adalah sebuah distrik di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Indonesia. Diresmikan pada 5 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto, distrik ini dikelola sepenuhnya oleh PT. Freeport Indonesia. 

Biarpintar.web.id -Kuala Kencana merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki sistem saluran air kotor yang lalu disalurkan ke pusat pengelolaan limbah. Terdapat beberapa kompleks pemukiman di Kuala Kencana: RW A atau Bumi Satwa Indah, RW B atau Tirta Indah, kompleks Apartemen, kompleks Jl. Bougenville, dan yang terakhir adalah Bachelor's Quarter. 

Di Kota Kuala Kencana terdapat satu sekolah lokal, satu sekolah internasional, satu klinik, satu musala, satu masjid, satu gereja, dan beberapa fasilitas olahraga seperti kolam renang, lapangan basket, lapangan golf, dan lainnya. Jarak antara Ibukota Distrik ke Ibukota Kabupaten adalah 20 km.

Pada Tahun 1936, ahli geologi Belanda Jean Jacques Dozy mendaki puncak pulau tertinggi di dunia.

Niatnya  untuk mendaki puncak glasial tertinggi di kawasan itu menemukan sesuatu yang luarbiasa. Sampel yang dibawanya adalah deposit emas dan tembaga yang sangat kaya.

Kini dikelola  oleh perusahaan Amerika Freeport McMoRan di Grasberg yang menjadi pembayar pajak terbesar di Indonesia. Berjarak 20 mil dari tambang Grasberg mengalir sebuah sungai .  Penambang rakyat mendulang tailing untuk emas. Perkiraan dari Earthworks menunjukkan bahwa Freeport membuang sebanyak 200.000 ton limbah tambang emas.

Memadati sepanjang sungai dan gurun delta, ribuan pendulang tanpa izin menopang bagian-bagian kecil untuk memperlambat aliran sungai dan menggali sedimen tebal di sampingnya.

Freeport kini dan 40 tahun yang lalu,  adalah “industri strategis”bagi Indonesia. Situs web perusahaan mengatakan  metode pembuangan tailing di Grasberg, di sungai terkendali yang telah disetujui oleh pemerintah Indonesia. Freeport membuat program pengelolaan tailing menelan biaya (Freeport McMoRan) $15,5 juta setiap tahun.

Grasberg adalah tambang emas terbesar di dunia  sejak tahun 1967 dan ada lebih dari 1.000 TNI dan Polri dan ratusan  personel keamanan swasta di Kuala Kencana.

Pertumbahan darah di Timika tidak jarang terjadi, meskipun pembunuhan terhadap orang asing jarang . Pada tahun 2015, diberitakan   bahwa sejak tahun 2003, setidaknya 45 orang ditembak dan dibunuh di sepanjang rute 79 mil antara tambang emas Timika dan Grasberg. Karyawan Indonesia sebagian besar tinggal di Timika, sementara ekspatriat tinggal di daerah yang dijaga khusus,  di rumah kecil bergaya barat.   Freeport telah membangun banyak infrastruktur termasuk bandar udara. Anggota suku tinggal baik di dalam batas kota maupun di dalam tanah suku tradisional yang lebih luas.  

Bagi mereka, kesehatan dan sekolah diberikan secara gratis sebagai bagian dari perjanjian yang mengizinkan Freeport menambang di tanah suku mereka. Tradisi dalam suku Komoran juga terus diturunkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Pasar tradisional Timika adalah tempat bertemunya budaya lama dan baru.  

 Jalanan pasar  dipenuhi dengan  toko  yang menjual segala sesuatu mulai dari produk makanan, pakaian, perlengkapan kebersihan, dan bahkan perhiasan.

Sebagian besar kios dan toko,  , dimiliki oleh pendatang. Suku Komoran dan masyarakat adat lainnya menjual hasil bumi mereka di pinggir jalan tepat di depan kios-kios.  

Berbagai macam sayuran, ubi jalar, dan buah-buahan dan sayuran lainnya. Timika  adalah tempat pertemuan budaya dan agama.   Masjid dengan kubah dan menara bersaing dengan gereja. Pasar jalanannya menyatukan orang-orang untuk bertemu dan berbelanja. Papua mungkin bergolak,  tapi kehidupan di Kuala Kencana berjalan dengan aman. Hotel tempat hiburan dan kehidupan modern ada disini.

Nah itulah sedikit info mengenai kota modern yang berada di tengah hutan mimika papua, semoga bisa menjadi destinasi kunjungan anda untuk berwisata.